Ads 468x60px

Labels

Senin, 01 Desember 2014

Nugraha : PSSI menanggung Sangat Berat


Kaus "sepakbola gajah" dan kegagalan Indonesia di Piala AFF 2014 yang ditandai kekalahan memalukan 0-4 dari Philipina, akan menjadi beban traumatik yang panjang bagi PSSI. "Beban ini akan menyulitkan PSSI, karena ini merupakan aib dalam persepakbolaan Indonesia. Kejadian tersebut merupakan petaka, "tandas mantan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes kepada wartawan di Jakarta.



Menurut Nugraha, peristiwa sepakbola gajah" mestinya tidak patut terjadi jika pengorganisasian sepakbola Indonesia berjalan baik dan optimal. "Sangat memalukan. Apalagi ini terjadi dalam kompetisi nasional divisi utama. Saya ikut malu, karena masyarakat juga bertanya kepada saya, mengapa aib ini bisa terjadi di depan mata."



Sebagai tokoh sepakbola nasional yang dianggap sebagai "The Best Sekjen" Nugraha Menilai PSSI harus berbenah diri secara total. "Peristiwa-peristiwa memalukan semacam ini menjadi penggambaran nyata wajah sepakbola kita saat ini. Pihak-pihak terkait harus bertanggungjawab."



Kegagalan di Piala AFF 2014 yang ditandai kekalahan memalukan 0-4 dari Philipina merupakan tamparan memalukan. "Ini merupakan petaka memalukan. Tidak perlu terjadi jika PSSI dikelola dengan penuh tanggungjawab." papar tokoh yang dianggap memiliki kualitas yang pantas untuk memimpin PSSI.



Sepp Blatter yang sukses memimpin FIFA, sebelumnya adalah Sekjen FIFA. Banyak kalangan pemangku sepakbola naisonal berpendapat diperlukan figur sekualitas Nugraha Besoes untuk memperbaiki organisasi besar seperti PSS.

Beberapa nama lain yang juga dinilai pantas untuk memimpin PSSI 2015-1019 adalah Wakil Ketua MPR-RI Oesman Sapta Odang, anggota BPK Achsanul Qosasih, Bupati Kutai Timur Isran Noor dan mantan Menpora Hayono Isman. Keempat tokoh sepakbola nasional ini dikenal memiliki integitas positif dan berkomitment tinggi membangun prestasi sepakbola Indoenasi. (Tommy R. Arief)



0 komentar:

Posting Komentar