Perubahan Menyeluruh di PSSI Merupakan Kebutuhan Mendesak
Berbagai kalangan dalam persepakbolaan nasional termasuk para mantan pemain tim nasional Indonesia menilai perubahan mendasar dan menyeluruh di PSSI merupakan kebutuhan mendesak saat ini. "Tidak ada yang bisa diharapkan dari kepengurusan PSSI saat ini. Semuanya sudah gagal total. Baik dari segi organisasi maupun prestasi," legenda hidup sepak bola Indonesia, Ricky Yacobi.
Menurut Ricky, kepengurusan di PSSI saat ini lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Bukan untuk kepentingan kemajuan sepakbola Indonesia. "Momentum perubahan ini harus dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan sepakbola nasional. Kalau tidak, kita akan terus terpuruk."
Hal yang sama juga ditegaskan legenda hidup sepakbola Indonesia lainnya, Bambang Nurdiansyah. Penyerang piawai yang dijuluki "Gerd Muller" nya Indonesia ini berpandangan bahwa terlalu banyak kepentingan non sepak bola di PSSI. "Kegagalan demi kegagalan harusnya menjadi cerminan bahwa perubahan adalah kebutuhan mendesak saat ini untuk menyelamatkan kepentingan sepakbola Indonesia. " jelas Bambang.
Beberapa nama yang dianggap layak memimpin PSSI 2015-2019 adalah Wakil Ketua MPR RI, Osman Sapta Odang, Hayono Isman, Isran Noor, Eddy Sofyan, La Nyala Mattaliti, dan FX Rudiatmoko. Nama-nama ini diperkirakan akan bersaing dalam perubahan kursi Ketua Umum PSSI 2015-2019.
Nama lain yang juga dianggap memiliki lapasitas untuk membawa perubahan dalam sepakbola Indonesia, adalah mantan Anggota DPR-RI yang kini anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Achsanul Qosasih. Tokoh mudah dalam persepakbolaan Indonesia ini dianggap memiliki kecakapan dalam lima hal yakni, club Organizer, Talent Svouter, Event Organizer, Lobbyer, dan Fund Raiser.
Keahlian dalam lima hal prinsip diatas merupakan syarat utama bagi calon Ketua Umum PSSI untuk mengelola dan memajukan kualitas sepkbola Indonesia. Pengalamannya dalam pengrlolaan manajemen sepakbola modern terlihat saat Achsanul membangun Persepam Madura United yang kemudian mencapai kompetisi puncak di ISL (Tommy R.Arief)







0 komentar:
Posting Komentar