Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI), Eddy Sofyan mendukung sepenuhnya langkah Menpora untuk menata kembali sistem persepakbolaan nasional. Sebagai bagian integral dari upaya menata ulang harkat dan martabat sepakbola Indonesia, BASRI juga mendukung penuh setiap tindakan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menginvestigasi berbagai dugaan kasus suap yang dilontarkan masyarakat.
Sebagai bagian tidak terpisahkan dari upaya merestorasi sistem persepakbolaan nasional, BASRI menilai kebijakan tegas Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk mengungkap dugaan kasus suap termasuk di SEA-Games Singapura 2015, adalah langkah yang sangat tepat. ''Tindakan Kapolri adalah bagian penting guna menyelamatkan harkat sepakbola Indonesia dan kehormatan negara. Kasus suap ini harus diinvestigasi sampai tuntas,'' lanjut Eddy Sofyan.
Pada Rakornas BASRI 2015 di Manggar, Belitung Timur, 14-15 Juni lalu, BASRI secara tegas menyatakan mendukung kebijakan Menpora Imam Nahrawi untuk menata kembali persepakbolaan Indonesia melalui berbagai kebijakannya. Menurut Ketua Umum BASRI, Eddy Sofyan, sudah saatnya pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mengambil tindakan drastis sebelum semuanya terlambat. ''Mumpung belum terlambat, kebijakan Menpora seperti oase di padang pasir. Sepakbola harus dikembalikan kepada pemiliknya yaitu seluruh rakyat Indonesia.'' (Tommy R.Arief)







0 komentar:
Posting Komentar